Langsung ke konten utama

Ka.Kemenag Kotabaru : Wakaf Harus Di Kelola Secara Profesional

Dilihat Kali

Kotabaru-humas, Disadari wakaf sebagai salah satu pranata keagamaan yang tidak bisa dipisahkan dari persoalan setiap individu, keluarga, masyarakat serta menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka Untuk lebih mengoptimalkan peranan perwakafan di Kabupaten Kotabaru, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotabaru yang diprakasai penyelenggara Syariah Kemenag Kotabaru melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan Wakaf.
Dalam sejarah perkembangan Islam, wakaf di kenal sejak masa Rasulullah SAW ketika beliau berjirah ke Madinah. Wakaf pada masa tersebut sebagai penompang modal utama dalam perkembangan Islam pada saat itu.
“ Maka sangatlah penting pengelolaan wakaf di kelola secara profesional dengan meningkatkan pemahaman terhadap fungsi wakaf, sehingga akan memberikan manfaat yang bagi peningkatan kesejahteraan umat”, ungkap Kepala Kemenag Kotabaru Drs.H.Salman Basri,MM saat membuka secara resmi pelaksanaan Pembinaan dan Pemberdayaan Wakaf, Senin , (18/05/15), di Meeting Room Grand Surya.
Salman berharap kegiataan ini akan dapat memberikan pemahaman bagi para Nadzir dan Wakif serta para Kepala KUA tentang pengelolaan wakaf, sehingga nantinya wakaf yang ada selama ini tidak stagnan akan tetapi akan lebih bermanfaat dan berhasil guna.”Harta yang diinfakkan dijalan Allah akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah. Maka diharapkan bagi setiap muslim untuk meningkatkan infaq dan shadaqahnya begitu juga dengan wakaf.”, terang Salman.
Sementara itu dalam laporannya Penyelenggara Syariah Kemenag Kotabaru Dr.H.A.Kamal, M.Ag mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan wakaf serta membangunan kesadaran umat Islam terhadap peran dan pentingnya wakaf bagi kesejahteraan umat.
Lebih Lanjut H.Kamal menambahkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiataan ini sebanyak 40 orang, yang terdiri dari Kepala KUA Kecamatan, Penyuluh Agama Islam baik PNS maupun non PNS, Pengurus Masjid Kecamatan Pulau Laut Utara dan Ormas Islam.

Diharapkan semua peserta agar berperan aktif selama kegiatan berlangsung karena narasumber yang akan memberikan materi langsung dari Kepala Bidang Penerangan Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, Dra.Hj.Nurmilati, AM, MAP dan H.Rusli Hatta, Lc Kepala Seksi Wakaf. “ Para peserta untuk lebih fokus dalam memperhatikan dan menyerap materi yang diberikan. Hal ini dimaksudkan untuk bisa mewujudkan terkelolanya wakaf dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat”, harap H.Kamal.(Rep : Lukman / Ft: Dhani)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembayaran Digital Lebih Mudah dengan DigiPay: Solusi Praktis di Era Modern

Di era serba digital ini, kebutuhan akan sistem pembayaran yang cepat, aman, dan praktis menjadi semakin penting. Salah satu solusi yang sedang naik daun adalah DigiPay – platform pembayaran digital yang menawarkan kemudahan transaksi untuk berbagai kebutuhan, baik personal maupun bisnis. Apa Itu DigiPay? DigiPay adalah platform pembayaran digital yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi non-tunai dengan cepat dan aman. Melalui aplikasi atau sistem integrasi, DigiPay mendukung berbagai metode pembayaran seperti transfer bank, e-wallet, QRIS, hingga kartu kredit. Keunggulan Pembayaran dengan DigiPay Menggunakan DigiPay dalam kehidupan sehari-hari memberikan banyak keuntungan, di antaranya: 1. Transaksi Cepat dan Real-Time DigiPay memproses pembayaran secara instan, sehingga pengguna tidak perlu menunggu lama untuk konfirmasi transaksi. 2. Keamanan Terjamin Dengan teknologi enkripsi dan autentikasi ganda, DigiPay melindungi data dan dana pengguna dari potensi ancaman siber. 3. Kemu...

APLIKASI SAS UTILITY

Dilihat Kali Setelah melakukan update aplikasi SAS versi 15.0.4, mungkin beberapa teman-teman satker khususnya Bendahara yang sering menggunakan aplikasi SAS Modul LPJ Bendahara ada yang mengalami kendala : Nomor transaksi muncul angka koma, sehingga tidak bertambah secara otomatis; Kuitansi yang pembebanannya tidak masuk ke realisasi; DRPP yang sudah disimpan, kemudian tidak muncul; Tidak bisa mencatat Transaksi SPM GUP karena salah kode BPP; Untuk mengatasi kendala tersebut di atas, pengembang aplikasi SAS dari Direktorat Sistem Perbendaharaan meluncurkan aplikasi SAS Utility, sebuah tools yang terpisah dari Aplikasi SAS2015 yang sengaja dibuat sebagai solusi atas kendala yang dihadapi Bendahara pada saat menggunakan aplikasi SAS Modul LPJ. Menu-menu pada aplikasi SAS Utility diantaranya : Repair, untuk memperbaiki kuitansi yang tidak muncul pada saat perekaman pajak, dan kuitansi yang tidak masuk dalam realisasi pada saat perekaman Kuitansi DRPP, untuk me...

PER-41/PB/2014 Tentang Aplikasi OM SPAN

PER-41/PB/2014  tentang Penggunaan Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (OM SPAN) resmi dimuat di web  perbendaharaan  pada hari Rabu tanggal 26 November 2014.  Aplikasi OM SPAN  diluncurkan dalam rangka memberikan layanan informasi yang cepat, akurat, terinci dan terintegrasi mengenai implementasi SPAN. Apa itu Aplikasi OM SPAN? Aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara yang biasa disebut Aplikasi OM SPAN adalah aplikasi yang digunakan dalam rangka memonitoring transaksi dalam SPAN dan menyajikan informasi sesuai kebutuhan yang diakses melalui jaringan berbasis web.  Aplikasi   OM SPAN  bisa diakses di alamat spanint.perbendaharaan.go.id atau spanint.kemenkeu.go.id. Manfaat Aplikasi OM SPAN Bagi Satker Pada awalnya Aplikasi OM SPAN ini hanya diperuntukan intern instansi di Ditjen Perbendaharaan. Namun sejak terbitnya PER-41/PB/2014, Satker mitra KPPN juga bisa memanfaatkan ...